Selasa, 05 Januari 2010

RISET DAN PENGEMBAGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA BUSTANUL ULUM NU BUMIAYU

RISET DAN PENGEMBAGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMA BUSTANUL ULUM NU BUMIAYU
Oleh Novan Ardy Wiyani
I. PENDAHULUAN
Pendidikan di Indonesia banyak mengalami persoalan, antara lain yang menonjol saat ini adalah mengenai mutu pendidikan yag dirasakan masih kurang, manajemen pendidikan, dan dana pendidikan yang sangat kurang mengingat negara ini begitu luas ditambah lagi dengan banyaknya jumlah penduduk.
Banyak faktor yang menyebabkan mutu pendidikan kita masih kurang tinggi, antara lain kualitas guru yang belum semuanya professional dalam bidangnya, sarana dan prasarana yang belum lengkap, serta rendahnya minat belajar siswa.
Manajemen pendidikan, baik di level bawah maupun pusat juga masih banyak mengalami persoalan. Kadang masih banyak urusan birokrasi yang tidak begitu penting bagi pengembangan mutu pendidikan, tetapi harus dilakukan sehingga menghambat proses kemajuan pendidikan itu sendiri.
Problematika tersebut juga menjadi problematika dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam belum sepenuhnya berhasil, hal ini ditujukan dengan indikator-indikator sebagai berikut :
1. hasil belajar Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah belum sesuai dengan tujuan-tujuan Pendidikan Agama Islam;
2. kegagalan Pendidikan Agama Islam disebabkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam lebih menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat formal dan hafalan, bukan pada pemaknaanya;
3. penyampaian materi akhlak di sekolah oleh guru-guru yang diberikan kepada siswa hanya sebatas teori padahal yang diperlukan adalah suasana keagamaan;
4. proses pembelajaran sampai sekarang ini lebih banyak hanya sekedar mengejar pencapaian target kurikulum yang telah ditentukan;
5. pendidikan Agama Islam di sekolah mengalami masalah metodologi.
Di sinilah kemudian manajemen berperan untuk mengatasi problematika di atas, namun sayangnya peran manajemenpun belum sepenuhnya maksimal.
Berangkat dari hal itu maka kiranya perlu dimulai proses pembaruan dan pengembangan Pendidikan Agama Islam dari lapangan, yaitu dari kelas, sekolah, serta dari pelaku pendidikan sendiri, seperi kepala sekolah, guru, dan siswa bahkan perlu juga melibatkan wali murid. Usaha pengembangan inilah yang dapat dilakukan dengan menggunakan riset atau penelitian. Lalu bagaimanakah riset dan pengembangan manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu?
II. PEMBAHASAN
A. Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
1. Pengertian Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam
Riset secara bahasa berasal dari bahasa Inggris, yaitu research yang berarti penelitian, sedangkan secara istilah riset adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap pekerjaanya, dimana penelitian itu digunakan sebagai pengembangkan pekerjaan itu sendiri. Dalam oxford Eglish dictionary, research diartikan sebagai the systematic investigation into and study of materials and source in order to establish fact and reach new conclisions.
Secara istilah dalam oxford Eglish dictionary kata management diartikan dengan the process of managing. Manajemen pada hakikatnya berkenaan dengan cara-cara pengelolaan suatu lembaga agar lembaga tersebut efisien dan efektif.
Kemudian Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya kerukunan antar umat beragama hingga terwujud persatuan dan kesatuan bangsa.
Dari berbagai definisi di atas bisa disimpulkan bahwa riset manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu adalah penelitian yang dilakukan oleh lembaga Litbang di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu terhadap pengelolaan serta pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu.
2. Tujuan dan Fungsi Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
a. Tujuan Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
Tujuannya antara lain :
1) Untuk melakukan perubahan atau peningkatan praktik pendidikan yag diteliti secara lebih langsung.
2) Untuk mendekatkan hasil penelitian dengan praktik guru di lapangan sehingga berdasarkan hasil riset, guru dapat memperbaiki kinerjanya.
3) Mengembangkan profesionalitas para pendidik dalam lingkup kerjanya.
(Hasil wawancara dengan Kepala Litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu).
b. Fungsi Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
Fungsinya antara lain :
1) Menilai program, prosedur, dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil Pendidikan Agama Islam yang telah dicapai.
2) Membentuk suatu badan informasi tentang usaha Pendidikan Agama Islam yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan.
3) Menyediakan pandangan, rangsangan dan penyuluhan yang keberhasilannya digunakan untuk pengembangan Pendidikan Agama Islam.
(Hasil wawancara dengan Kepala Litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu).
3. Kegiatan Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
Kegiatan Riset Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu dilakukan dalam bentuk :
a. Penelitian dasar (Basic research) dan penelitian terapan (Applied research)
Basic research adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan untuk mengembangkan suatu bentuk ilmu pengetahuan teoritis. Hal ini karena suatu ciri pokok dari apa yang kita sebut sebagai pengetahuan harus bersifat heuristic, artinya yang mengandung kemungkinan-kemungkinan untuk dikembangkan lagi melalui riset lebih lanjut.
Sedangkan Applied research adalah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban-jawaban terhadap masalah-masalah yang perlu diterapkan dengan segera. Jadi lebih menitikberatkan pada masalah-masalah praktis (pelaksanaan). Oleh karena itu bentuk riset ini dapat disebut juga practical research karena riset ini berusaha untuk mendapatkan kebenaran-kebenaran dalam bidang praktis.
Kedua riset ini saling berhubugan dalam usaha pengembahan hasil riset tersebut. Contoh kedua riset ini terhadap kasus berikut : Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa Solat dapat menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Dari hasil survai yang dilakukan oleh lembaga litbang, 85% siswa SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu selalu menunaikan kewajiban solat 5 waktu, dengan demikian bisa dikatakan bahwa hampir secara keseluruhan siswa memenuhi kewajibannya, tentu saja dalam dataran teoritis etika dari para siswa tergolong baik karena solat mereka dapat mencegah mereka dari perbuatan yang keji dan mungkar. Namun dalam dataran praktis, ternyata berlawanan dengan apa yang diharapkan, indikator dari masalah ini adalah dengan banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa terhadap peraturan sekolah. Kemudian lembaga litbang melakukan penelitian dengan dibantu guru PAI untuk memecahkan masalah tersebut kemudian hasilnya dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut.
(Hasil wawancara dengan Kepala Litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu).
b. Penelitian analitis, deskriptif, dan eksperimen
Penelitian analitis adalah suatu kegiatan riset yang bertujuan untuk mencari hubungan-hubungan dalam suatu sistem deduktif. Riset ini mempergunakan cara-cara analisis yang bersifat matematis, historis, dan filosofis. Contohnya penelitian tentang religiusitas siswi yang berjilbab di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk menunjukkan kenyataan-kenyataan atau kondisi-kondisi yang ada tanpa terpengaruh oleh anasir subjektif dari si penyelidik. Riset ini menggunakan beberapa teknik penyelidikan, salah satunya adalah case study. Dalam riset ini analisis sangat berguna sebagai tingkat permulaan investigasi. Melalui investigasi peneliti dapat mengetahui problem-problem yang dihadapi untuk dicarikan-penyelesaian-penyelesaianya. Contohnya penelitian case study tentang bagaimana pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku siswa. Penelitian ini dilakukan karena banyak siswa yang menggunakan handphone untuk
Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dari suatu variabel penelitian. Eksperimental research ini dibagi menjadi dua, antara lain laboratory eksperimental research dan field eksperimental research. Laboratory eksperimental research lebih tepat digunakan dalam ilmu pengetahuan alam, sedangkan Pendidikan Agama Islam dapat digunakan dengan field eksperimental research. Contoh penelitian eksperimental seperti hubungan antara pelaksanaan kegiatan tadarus Qur’an dan solat berjamaah di sekolah dengan pengamalan ibadah siswa di lingkungan keluarganya.
(Hasil wawancara dengan Kepala Litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu).
B. Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
1. Pengertian Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu adalah suatu usaha tindak lanjut dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu yang digunakan untuk mengatasi problematika pengelolaan dan pelaksanaan proses pembelaran di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu.
2. Tujuan dan Fungsi Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
Tujuan dari Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu adalah sebagai usaha tindak lanjut dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu.
Sedangkan fungsi dari Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu yaitu mengolah hasil riset yang telah dilakukan kemudian digunakan untuk mengambil suatu keputusan atau kebijakan.
3. Macam-macam Pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu
a. Pengembangan Sumber Daya Manusia
1) Urgensi Pengembangan SDM
Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial dimana secara naluri manusia ingin hidup brkelompok. Manifestasi dari kehidupan kelompok di antaranya adalah timbulnya banyak organisasi sosial atau lembaga-lembaga pendidikan.
SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu sebagai lembaga pendidikan terdiri dari berbagai individu yang berupaya utuk memenuhi kebutuhannya, dengan menunjukkan peran dan fungsinya masing-masing. Pengembangan SDM di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu juga diharapkan bisa memiliki kemampuan menyesuaika diri dengan tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
2) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan SDM
Pengembangan SDM secara makro adalah penting untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan secara efektif. Pengembangan SDM yang terarah dan terencana disertai pengelolaan yang baik akan dapat menghemat dana, atau setidak-tidaknya pengolahan dan pemakaian dana dapat lebih efisien dan efektif. Demkian pula pengembangan SDM di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu sangat penting untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal. Dapat dikatakan bentuk pengembangan SDM merupakan bentuk investasi.
Dalam pelaksanaan pengembangan SDM ini perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut :
a) Visi, misi, dan tujuan sekolah
b) Kebijakan pemerintah
c) Faktor sosio-kultural di masyarakat
d) Perkembangan iptek
3) Perencanaan SDM
Perencanaan merupakan inti manajemen karena semua kegiatan di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu didasarkan atas rencana itu. Dengan perencanaan akan memugkinkan para pengambil keputusan untuk menggunakan SDM mereka secara efisien dan efektif. Perencanaan SDM merupakan inti dari manajemen SDM karena dengan perencanaan maka kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan SDM bisa lebih terarah.
Sekurang-kurangnya ada empat kegiatan perencanaan SDM yakni persediaan SDM saat ini, perkiraan pemenuhan dan permintaan SDM, rencana untuk menambah tenaga kerja yang bermutu, serta evaluasi untuk memberikan umpan balik pada sistem.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dan harus diperhitungkan dalam membuat prkiraan kebuthan SDM yang akan datang antara lain :
a) faktor eksternal, meliputi faktor ekonomi, sosial, politik, dan budaya, hukum dan peraturan-peraturan, perkembangan iptek, dan keberadaan sekolah lain;
b) faktor internal, meliputi rencana-rencana pengembangan, anggaran atau pembiayaan, desain organisasi sekolah, dan perluasan usaha;
c) persediaan personalia, meliputi mereka yang akan pension, mereka yang akan mengundurkan diri, mereka yang meninggal, dan sebagainya.
b. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Perkembangan yang mencolok selama beberapa dasawarsa ini ditandai dengan semakin pentingnya informasi dan pengelolaan data di dalam banyak aspek kehidupan manusia. Dengan tersedianya berbagai bentuk media komunikasi dan informasi, kini masyarakat memiliki pilihan lebih variatif bagi informasi yang ingin mereka dapatkan.
Kemajuan teknlogi informasi dan komunikasi seolah-olah membuat semua orang mengetahui apa saja yang ingin mereka ketahui segera. Sementara itu, seiring dengan laju pesatnya gerak pembangunan, organisasi public maupun swasta semakin banyak yang mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menunjang efektifitas, produktifitas, dan efisiensi mereka.
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan manajemen Pendidikan Agama Islam agaknya dapat diidentikkan dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan, yaitu dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
c. Pengembangan Lembaga
Paling tidak ada empat unsur yang mendorong atau mempengaruhi pengembangan lembaga, antara lain :
1) Manusia dan perilaku
2) Teknologi
3) Tugas individu dalam suatu lembaga
4) Struktur organisasi
(Hasil wawancara dengan Kepala Litbang SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu).
III. KESIMPULAN
Riset dan pengembangan manajemen Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu upaya yang bisa digunakan untuk memperbaiki pengelolaan penyelenggaraan pendidikan maupun pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil riset yang telah dilakukan bisa memberikan informasi-informasi kepada kita tentang berbagai problematika yang sedang melanda, kemudian hasil dari riset tersebut dikembangkan melalui suatu upaya tindak lanjut untuk mengatasi problematika tersebut.
Daftar Pustaka
Arifin, Muzayyin. 2007. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara.
Halim, Abdul, dkk. 2005. Manajemen Pesantren. Yogyakarta : LKiS.
Majid, Abdul dan Dian Andayani. 2005. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Oxford Engish Dictionary , Eleventh Edition
Suparno, Suparno. 2008. Action Research. Jakarta : Grasido.
Tilaar,H.A.R. 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. Bandung : Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar